Bungie dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap tim pengembang yang menangani Destiny 2 setelah rilis update terakhir yang dijadwalkan pada Juni mendatang. Laporan ini pertama kali muncul di beberapa media game dan dikonfirmasi oleh sumber industri yang mengikuti perkembangan studio.
Menurut laporan, keputusan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi internal Bungie yang bertujuan mengalihkan fokus sumber daya pengembangan ke proyek baru bertajuk Marathon. Pergeseran prioritas ini disebut akan mengakhiri fase pengembangan konten besar untuk Destiny 2 dan menjadikan update mendatang sebagai penanda transisi.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga saat ini Bungie belum memberikan pernyataan resmi yang merinci skala PHK atau jumlah karyawan yang terdampak. Perwakilan perusahaan belum menanggapi permintaan komentar pada waktu pelaporan.
Sumber-sumber yang berbicara pada media menyebutkan bahwa langkah ini tidak hanya memengaruhi tim yang mengerjakan konten baru, tetapi juga beberapa divisi pendukung yang terlibat dalam operasi live service. Namun, informasi rinci terkait unit yang terdampak dan jadwal PHK masih bervariasi antar laporan.
Dampak pada Komunitas dan Layanan Live
Kabar mengenai potensi penghentian pengembangan konten utama Destiny 2 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemain. Destiny 2 dikenal sebagai permainan layanan hidup dengan jadwal ekspansi dan event berkala, sehingga perubahan besar pada struktur tim pengembang dapat berimplikasi pada frekuensi pembaruan, kualitas konten baru, dan dukungan teknis.
Beberapa pengamat industri menilai bahwa Bungie kemungkinan akan mempertahankan operasi server, perbaikan bug, dan layanan dasar untuk menjaga pengalaman pemain. Namun, tanpa kejelasan soal tim yang akan dipertahankan, masa depan ekspansi besar atau proyek ambisius dalam Destiny 2 menjadi tidak pasti.
Fokus ke Marathon
Informasi resmi menyebutkan Marathon sebagai target fokus baru Bungie. Marathon sebelumnya dikenal sebagai salah satu IP awal Bungie, dan kabar kebangkitan atau pengembangan ulang proyek tersebut menunjukkan adanya perubahan strategi perusahaan menuju pengembangan IP baru atau kembalinya judul lama.
Pengamat menyebut bahwa mengalihkan sumber daya ke Marathon bisa jadi langkah strategis untuk membangun produk jangka panjang yang diharapkan membawa studio ke fase berikutnya. Pada saat yang sama, langkah ini menimbulkan risiko reputasi terkait tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas pemain yang selama ini mendukung Destiny 2.
Respon Industri dan Spekulasi
Analis industri dan pengamat pasar game mencatat bahwa restrukturisasi semacam ini bukan hal baru di perusahaan game besar, terutama ketika studio ingin menyeimbangkan antara dukungan pada produk lama dan investasi pada proyek baru. Meski demikian, skala dan komunikasi menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan karyawan dan komunitas.
Sementara itu, komunitas pemain Destiny 2 memantau perkembangan dengan cermat. Forum-forum dan saluran media sosial dipenuhi dengan spekulasi tentang bagaimana perubahan ini akan memengaruhi roadmap konten dan event yang telah diumumkan.
Apa Selanjutnya?
Untuk saat ini, publik menunggu konfirmasi resmi dari Bungie terkait jumlah karyawan yang terdampak serta rincian rencana transisi ke Marathon. Kepastian mengenai layanan jangka pendek untuk Destiny 2 juga menjadi hal yang paling dinanti oleh pemain.
Langkah ini, jika benar, menjadi bab baru bagi Bungie: memilih antara meneruskan dukungan untuk salah satu live service terbesar mereka atau mengalihkan tenaga untuk membangun karya berikutnya. Pemain dan industri sama-sama menunggu bagaimana Bungie akan mengomunikasikan keputusan besar ini.